Posted by: selamugm | Tuesday, 24 November 2009

REEF COVERY_Upaya penyelamatan terumbu karang

Yogykarta- Pada tanggal 6 -12 November Unit Selam Universitas Gadjah Mada menggelar acara ReefRecovery, di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa timur. Kegiatan ini berisi pemantauan terumbu karang di 6 lokasi perairan T. N Baluran dengan metode reef check, Pemasagan moorings buoy, sosialisasi dan penyuluhan tentang moorings buoy, serta beach cleaning. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengecekan kondisi terumbu karang secara berkala, dengan diikuti dengan aksi nyata penyelamatan terumbu karang

Pengecekan terumbu karang di Taman Nasional Baluran sendiri merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh tim peneliti unit selam UGM. Terhitung sudah delapan kali Unit Selam UGM melakukan Reef Check di Taman Nasional Baluran. Kegiatan tahun ini diikuti oleh 9 orang team peneliti Unit Selam UGM, 6 team pendukung, dikoordinir oleh 1 orang Reef Check EcoDiver Trainer dan pengawasan dari 1 orang Dive Instruktur. Pemantauan terumbu karang dilaksanakan di 6 titik perairan T. N Baluran dengan metode reef check.

peta penginapan di bama

Transek line diletakkan di 6 titik berbeda, dalam areal perairan Taman Nasional Baluran, yaitu Bama, Bilik, Simacan, Kajang, Air karang, dan Lempuyang. 3 orang peneliti dalam 1 titik kedaaman diturunkan untuk melakukan penegecekan pada ikan, invertebrata, dan  terumbu karang yang ada di sekitar garis transek. Ikan  dan invertebrate yang dimasukkan pada daftar meruakan jenis spesifik dengan membawa idikator tersendiri. Misalkan ikan grouper didata karena banyak ditangkap sebagai ikan konsumsi. Semakin sedikit grouper di titik tersebut dapat mengindikasikan terjadinya over fishing.

Nantinya, data yang dihasilkan oleh team Unit selam UGM akan dikirimkan ke Yayasan Reef Check Indonesia dimana data-data dari seluruh Indonesia akan menjadi rekomendasi dan acuan bagi pengelolaan terumbu karang, baik lokal maupun global. Reef Check sendiri merupakan bagian dari Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN) , suatu jaringan pemantauan terumbu karang dunia. Reef Check merupakan satu-satunya metode pemantauan berbasis masyarakat umum dan sukarelawan yang diakui secara internasional.

persiapan survey lokasi

Selain melakukan pengecekan karang, unit selam ugm juga melakukan beach cleaning dan pemasangan mooring buoy. Pemasangan mooring buoy menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya penyelamatan terumbu karang. mooring buoy merupakan metode penggunaan tambat kapal permanent di titik-titik perhentian kapal. Metode ini digunakan untuk mengganti fungsi jangkar kapal yang pada kenyataannya merupakan salah satu penyumbang kerusakan karang, terutama di perairan Taman Nasional Baluran. Dengan digunakannya tambat kapal permanent tersebut maka kapal-kapal yang berhenti di suatu titik tidak perlu membuang jangkar, nelayan cukup mengaitkan kapal dengan tambatan permanent tersebut. Untuk sementara Unit Selam UGM hanya memasang 1 tambat kapal permanent di titik bama sebagai pilot project pengganti jangkar kapal. Mooring buoy yang dipasang di Bama dapat menahan 4-6 gross ton kapal.

pengangkutan mouring bouy

“Terumbu Karang ialah sumber kehidupan di lautan, dan hanya tumbuh 1 cm per tahun karena itu pengecekan kehidupan terumbu karang amatlah penting” ujar Adit, mahasiwa perikanan UGM sekaligus ketua tim peneliti acara ReefRecovery tahun ini. Sebagai sumber bahan pangan dan rumah bagi ikan serta invertebrata dalam laut, kelestarian terumbu karang memang amat penting untuk diperhatikan. Monitoring kehidupan terumbu karang dapat digunakan sebagai ukuran kelestarian kehidupan bawah laut.

 Save our reef for better live, love our reef, love our live, love our nature.

Hal yang paling istimewa adalah pengukuhan kedua anggota baru dari Unit Selam UGM dimana setelah melakukan Latihan Perairan Terbuka (LPT) di Baluran maka secara resmi bergabung dengan keluarga Unit Selam UGM diklat 19(nb: sebagian diklat 19 sebelumnya LPT di karimun), mereka adalah

1. Julyana Dwi Ruti H. (GADISO/XIX/BI/0291) : Chicken Feather

2. Maria Patricya Naibaho  (GADISO/XIX/BI/0292) : Drupella Snail

pengukuhan anggota baru Unyil

have fun go mad saat fun dive

 

acara Reef Covery UNIT SELAM UGM

 

beraksi di baluran

By: Arga Unit Selam UGM dkk

Responses

  1. cool….

  2. yaampunn..itu asik amat pada main kayakk! huhu siriikk😥

  3. ya iyalah enak..kan gag pulang dluan..

  4. iaahmm….katanya canoeing nya bayar????
    makanya aku pulang gtu…

    hehehhe thx ya dith,,,berkesan ulang laah ya reef check kali ini…
    zy bsk kmu harus ikut mpe slesei,,,harus canoeingan….harus jadi scienstist juga haha

  5. just fun!!

  6. pencurian dan perusakan terumbu karang di lamongan yang dilakukan oleh khoirul alias nanut warga tuban dengan menggunakan perahu kapasitas 3 gt dan dikirim ke amerika melalui pt dinar banyuwangi kebal hukum . karena dibekingi oleh oknum petugas dkp. polair dan oknum tni al mengigat masalah tersebut rawan menimbulkan konflik maka tolong ditertibkan .

  7. kita harus menjaga terumbu karang kita dengan cara apapun ………. supaya terumbu karang kita dapat tumbuh dengan subur….OK TEMAN-TEMAN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories