Posted by: selamugm | Tuesday, 21 July 2009

LPT XIX Unit Selam UGM Karimunjawa(10 – 19 Juli 2009)

“Eks i Eks dalam angka Romawi yang berarti ke-19, menjadi Latihan Perairan Terbuka Unit Selam Universitas Gadjah Mada yang kesekian kalinya guna menobatkan 13 anggota barunya lewat ritual khasnya paruh tahun 2009 ini“

IMG_9992

INI LAUTNYA INDONESIA TEMAN!!

Ya..ya..ya,, 3 kali kata yang berarti mutlak setuju bila ditanya kepada semua calon anggota baru,“apakah niat ikut LPT?“, tapi dari 16 niat calon baru itu,,3 niat belum terlaksana untuk ikut LPT Unyil tahun 2009 dengan alasan kuat yaitu problem tanpa solusi ataupun dispensasi.

LPT 19 yang diketuai Syamsul Rijal (Diklat 17), Dengan komposisi Rombongan yaitu terdiri dari 13 personil Diklat 19, Dive Leader 9 orang, Dive Master 2 orang dan 1 orang ikutan. 25 orang bersiap menuju Kepulauan Karimunjawa yang bisa terkenal di kalangan Unit Selam UGM karena biasa dikenal sebagai wadah LPT beberapa tahun belakangan ini. Tak terkecuali tempatnya,, para local peoplenya pun sudah akrab dengan kelompok penyelam unyil ini karena tiap kali bertemu mesti disuguhi obrolan akrab yang bisa memadatkan suasana.

Tepatnya tanggal 10 juli hari Jumat, pukul 09.00 malam para rombongan LPT dilepas dengan doa dan Woiyoo khas unyil,, tampak Pak Djuwantoko, para Unyilers non-rombongan dan Mba Ika Risty yang tak bisa ikut dengan alasan khusus (hamil tua), mentitipkan pesan dan restu mengantar sampai dalam Bis depan gelanggang,, berlambai tangan dan ucapkan terimakasih semua.

Pra Hitam (Pemberangkatan depan gelanggang)

Pra Hitam (Pemberangkatan depan gelanggang)

Sekitar 5 jam hingar bingar jalanan jalan jogja-semarang-welahan-jepara sampai akhirnya tak terdengar, rombongan tiba di pelabuhan Kartini Jepara dan segera lanjut unloading menuju dermaga. Jam 2 pagi tak beda seperti tahun sebelumnya yaitu,, angin timur yang asin dari arah laut tak jadi penghalang menunggu pintu KMP Muria,,,…dibuka

Menunggu,menunggu,,dan menunggu,, sangat tak membuat bosan. 4 jam waktu sampai dibukanya pintu Muria tak terasa lama di banding perjalanan tadi,, untuk itu rombongan penyelam ini membuat forum minat khusus pengisi waktu kosong disini,, yaitu keahlian bermain poker,,7 sekop bagi minat Gembler,, forum minat nyanyi semampunya bagi yang minat Musik dan Gitar,,, dan serta minat tidur beralaskan tikar beratapkan langit tanpa membentuk forum adalah hal yang paling diminati.

perbatasan aroma laut (dermaga kartini-Muria)

perbatasan aroma laut (dermaga kartini-Muria)

Sampai lewat pukul 6 dan pintu samping Muria dibuka, para rombongan mulai menata letak segala bawaan,, ya intinya 50% packingannya harus aman dan rapi serta selebihnya 50% adalah harus aman dan rapi Sekali, mengingat packingannya adalah barang SCUBA yang menguasai hajat hidup penyelam saat di laut nanti. Setelah semuanya sarapan dan berbenah diri,,pukul 09.00 WIB kapal muria mulai lepas sandar menuju karimunjawa,,sedikit aktifitas dari rombongan saat perjalanan laut ini,,hanya tidur dan tidur jadi pemandangan jemu di kabin bawah, tengah, dan puncak. Muria yang melaju dengan lambat menghantar tanpa hambatan gelombang besar,, tenang dan menghanyutkan tanpa membuat pusing dan mual para penumpang,,beruntunglah kalian para rombongan. Dan sampai waktunya sekitar lewat Pukul 15.00 WIB tiba dengan selamat di dermaga selatan karimunjawa,, hiruk pikuk warga ramai menyambut muria,,dan diantaranya tampak 2 advance unyil “Rijal 17 & Adit 19“ yang telah 1 minggu lebih dulu di karimun. Mobil bak terbuka pun segera mengangkut barang bawaan sampai tiba di kantor Syahbandar,,dan tak lupa rombongan orangnya. Ya,, hari kedatangan biasanya masih masa adaptasi bagi calon anggota baru yang pertama kali datang ke karimunjawa,,banyak dan lama tanya kepada senior jadi hal biasa waktu ini. Sore luang dimanfaatkan oleh sebagian rombongan tuk Berpose membelakangi mentari meredup “Sunset di Laut“, dengan arahan dan jepretan Tukang foto Profesional “Mas Hanif“ (Adenya Mba Ika Risty), kita ucapkan “Thanks“. Dan, Malam Sabtu di Syahbandar kali ini ditutup dengan waktu tidur, setelah sebelumnya dilakukan evaluasi, brifing dan packing beruntut untuk keperluan kegiatan esok hari.

"Sunset dermaga barat karimun,,lepas sore jadi jingga"

"Sunset dermaga barat Karimun,,lepas sore ini jadi jingga"


"Santap "wajib" pagi" di warung eks-bu Ester.

"Santap "wajib" pagi" di warung eks-bu Ester.

Minggu,,jadi hari pertama untuk rangkaian LPT 19 ini. Sesuai dengan brifing semalam,,maka tepat pukul 05.00 pagi bangun dengan perintah, serta siap dengan pakaian guna streching pukul 06.00 di lapangan bolanya karimunjawa. Setelah ototnya lemas,, diisi tenaga baru dengan makanan pokok khas laut Indonesia yaitu nasi + Ikan + sambal di warung bu Sintong “Sodaranya bu ester“ tetap di warung ber’plangnya bu Ester. Dirasa pas dengan bekal di perut kemudian lanjut pengenalan laut serta pemanasan (renang,upnea, watertrapen dan foating) di keramba sebelah barat kantor syahbandar. Semua peserta dibekali skill LKK terjun ke arena laut,“Tak ada yang mestinya mengalah dan mengaduh saat harus berjibaku dengan asinnya laut dan goyangan ombak,, inilah medium nya yang harus dilalui saat mau menjadi penyelam Unit Selam nya UGM,,, nggih ndoro?“. Tak terasa 1 jam pun berlalu, kemudian ambil alat dasar ke pinggir dermaga barat syahbandar, dan harus senang kembali lagi menuju keramba (wajib). Sikap tak bosan untuk peragakan petunjuk DL buat suasana berjalan lancar,,materi skin dive (Duck, Tuck, Vertical dive) menguji skill dan ketenangan peserta di laut terbuka ini, dan akhirnya pukul 14.15 WIB materi laut hari ini semua selesai dan kembali ke kantor ’inap’.

watertrapen berbuddy,,semuanya tercover dalam ring

watertrapen berbuddy,,semuanya tercover dalam ring

Materi selesai tapi acara tak selesai sampai di situ,,cuci alat-makan-evaluasi-briefing-checking dan packing jadi urutan acara yang perlu waktu untuk selesai hingga pukul 23.00 WIB bagi para pesertanya,, dan bagi para DL masih dilembur dengan omongan teknis buat LPT hari ke-2 besoknya dan semuanya harus bisa melek otak dan matanya.

Hari Senin merupakan hari aktif kerja bagi semua orang,,tak terkecuali penyelam. LPT ini dibuat seekonomis mungkin dari segi waktu dan biaya dan tetap dengan kualita LPT nya Unit Selam UGM. Pagi tetap saja harus dibangunkan supaya semua tepat sesuai acara,,cuci muka dikamar mandi yang harus antri membiasakan pola kebersamaan dan berbaginya suatu kegiatan organisasi (salah satunya). Tetap dengan streching dan lanjut sarapan, hari ini rencananya rombongan LPT akan menuju ke menjangan kecil.

"Gerakan wajib darat bagi pe'streching unyil UGM",

"Gerakan wajib darat bagi pe'streching unyil UGM",

First Scuba Dive tepatnya di sisi timur menjangan dengan dasar laut pasir, tiap peserta dikondisikan melakukan materi dasar penyelaman yang dipimpin oleh Dive Leader dibawah pengawasan Dive Master (Mas Jacky dan Mas Gepeng). Kondisi sisi timur berarus jadi suguhan beda dari hari kemarin,,serta laut yang ber-ubur-ubur menyengat tak menyurutkan hasrat tiap peserta ikut praktek lapangannya unit Selam UGM. Tak terasa siang hari datang,,dipayungi lembaran sengatan mentari pas di tengah langit yang memerahkan dan menghitamkan paras, rombongan pindah ke barat menjangan yang relatif lebih tenang kondisi perairannya,,di sisi barat ini lebih ditekankan materi skill hovering (neutral bouyancy) kepada tiap peserta berhubung kondisi bawahnya berupa substrat terumbu karang rapuh pada kedalaman 8 – 15 meter. Tetap diawasi oleh “Romo Jacky dan Romo Gepeng“, para peserta “ndoro ini” berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya,,tapi dari penyelaman ini tetap selalu ada evaluasi tiap malamnya guna perbaikan kualita penyelaman untuk hari berikutnya, smoga.

"berlutut,,menyimak dan melaksanakan" itu yang kita perlu.

"berlutut,,menyimak dan melaksanakan" itu yang kita perlu.

Dari evaluasi semalam,,hari ke-3 terasa beda dengan adanya sanksi push-up tabung,, senang riang melihat temannya jadi pesakitan karena melanggar aturan mungkin jadi pemandangan seusai streching, “Berharap ada perbaikan dari adanya kesalahan“, tutur Vio sebagai Sie Komdis “limpahan“ LPT 19 ini. Pagi ke 3 ini,,rombongan pindah menuju lokasi Barakuda,,terdapat Homestay kayu pas pinggir laut sebagai pengganti Pulau Tengah yang biasanya jadi tradisi Pulau di Hari Terakhir LPT. Sekitar 30 menit perjalanan darat,,2 mobil bak terbuka seadanya mengangkut 20-an orang menuju sisi timur Pulau Kemujan. Segera setelah tiba di Barakuda,, rombongan menuju dan melakukan penyelaman di Pulau Cilik,,yaitu sebuah pulau seluas 2 ha tepat sisi selatan Pulau Tengah. Beda tempat tak menyebabkan beda suasana,,tiba di Pulau Cilik dengan goyangan gelombang dari Timur tampaknya memualkan beberapa orang, tercatat 5 orang harus rela jadi gunjingan tradisi “Jackpot“ yaitu Rijal 17 “sang Ketua“, Arga 18 “Sie P3K“, Huda 19“Lelaki pesolek“, Sentit 19“si Kecilst“, dan Agung 19 “si betis Barbie“. Untunglah acara penyelaman tetap terlaksana lancar dengan segala kendalanya di lokasi ini. Sore ini tak bisa melihat Sunset karena rombongan berada di sisi timur,,tapi tetap suasana pantai dan Hammock sebagai tema tempat tiap tahun LPT mutlak ada. Malam beranjak larut diterangi petromaks menghantar evaluasi dan brifing malam itu,,lebih gelap tak lebih mantap bagi evaluasi, berhubung kantuk sebanding dengan hilangnya terang. Kontrol acara berlaku di sini,, yaitu tiap orang wajib ikut dan menyimak tiap sesinya sampai nanti beranjak istirahat tidur. Ya, dari malam ini banyak perbincangan apa teknis hari Fun Dive bagi rombongan di Pulau Tengah,,ya tiap-tiap orang yang esok hari ada akan mendapat kesistimewaan melakukan penyelaman dengan jatah waktu yang lebih lama dengan tujuan FUN.

"Forum pesakitan push-up tabung buat hari esok lebih baik"

"Forum pesakitan push-up tabung buat hari esok lebih baik"

"berperahu tarik menuju lautnya Pulau Cilik"

"berperahu tarik menuju lautnya Pulau Cilik"

"1 dari 5 korban goyangan gelombang, 'huda'"

"1 dari 5 korban goyangan gelombang, Jackpot 'huda'"

"lentera cahaya di Barakuda"

"lentera cahaya di Barakuda"

Tak terasa pagi rabu datang dan terbentuklah 13 individu anggota baru Diklat XIX Unit Selam Universitas Gadjah Mada,, Mereka dan nama lautnya adalah :

1. Annesia Ratri (Sea grass)

2. Cahya Adi (Lizard fish)

3. Citra Dewi U. (Puffer)

4. Encus Widiatmoko (Sperm whale)

5. Fahmi Najmi N.. (Ascidian)

6. Ferzya (Domino damsel)

7. Miftahul Huda (Stripped surgeonfish)

8. M. Rangga (Stone fish)

9. Nizar Agung (Manatee)

10. Pantiati (Squid)

11.Prasetya Agung (P. gutmani)

12. P. Pramitha Sari (Blue marlin)

13. Rusman Hewrnowo (Starry butterfish)

Fundive yang berlaku bagi seluruh anggota unyil ini semoga mampu merilekskan setiap tarik dan hembus nafas serta pandang tiap mata di bawah Lautnya Pulau Tengah,, dan berkesankah bagi tiap divernya?? ya,,mesti tiap orang punya pikir beda dari pengalaman fundive ini dan semoga smuanya tetap baik.

Berikut gambar bercerita dari kegiatan LPT XIX sesaat sebelum kembali ke Kantor Syahbandar Karimun :

"Barakuda", salah satu  tempat inap rombongan

"Barakuda", salah satu tempat inap rombongan

"netral touring pas fundive"

"netral touring pas fundive"

"angkatan 19 di sisi Pulau Tengah"

"angkatan 19 di sisi Pulau Tengah"

"Erma 18, dadang 16, Agung 19", 3 jadi 1 di hammock

"Erma 18, dadang 16, Agung 19", 3 jadi 1 di hammock

Sore Rabu berlanjut kembali ke kantor Syahbandar dan bersiap Packing guna kepulangan kamis pagi, tetap dengan komposisi jumlah awal rombongan LPT 19, tapi dengan Stasus ber-Anggota Unit Selam UGM dan pengalaman baru di Karimunjawa semua tiba di Jogja dengan Selamat di Jogja Kamis tengah malam.

Diklat Angkatan XIX Unit Selam UGM :

"Nesia, Cahya Adi, Citra, Encus, Fahmi, Zy, Huda, Rangga, Nizar, Panti,Agung, Mitha, Sentit"

"Nesia, Cahya Adi, Citra, Encus, Fahmi, Zy, Huda, Rangga, Nizar, Panti,Agung, Mitha, dan Sentit"

Latihan Perairan Terbuka Unit Selam UGM yang ke 19 telah berlangsung, dan smoga LPT nya Unit Selam UGM tetap akan menuliskan daftar panjang Anggota Unyil UGM sampai masa kedepan. Amen!

dan kepada :

Lautnya Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Unit Selam UGM, Syahbandar dan para punggawanya, BTN Karimunjawa, Instansi terkait lainnya, Mas Jacky, Mas Gepeng sebagai Dive Master, Dive Leader, Mas Hanif “Tukang Foto Pro“, Pak Agus “Barakuda“, dan pihak yang tak tersebutkan dalam reportase ini.

diucapkan, Terimakasih mendalam!!!

Reportase Oleh :

Fenky Wirada (Pepen 16)

*Pepen 16 = yang mijati Kang Jabrik

*Pepen 16 = yang mijati Kang Jabrik

“Eks i Eks dalam angka Romawi yang berarti ke-19, menjadi Latihan Perairan Terbuka Unit Selam Universitas Gadjah Mada yang kesekian kalinya guna menobatkan 13 anggota barunya lewat ritual khasnya paruh tahun 2009 ini“

Ya..ya..ya,, 3 kali kata yang berarti mutlak setuju bila ditanya kepada semua calon anggota baru untuk “apakah niat ikut LPT?“, tapi dari 16 niat calon baru itu,,3 niat belum terlaksana untuk ikut LPT Unyil tahun 2009 dengan alasan kuat yaitu problem tanpa solusi.

LPT 19 yang diketuai Syamsul Rijal (Diklat 17), Dengan komposisi Rombongan yaitu terdiri dari 13 personil Diklat 19, Dive Leader 9 orang, Dive Master 2 orang dan 1 orang ikutan. 25 orang bersiap menuju Kepulauan Karimunjawa yang bisa terkenal di kalangan Unit Selam UGM karena biasa dikenal sebagai wadah LPT beberapa tahun belakangan ini. Tak terkecuali tempatnya,, para Local peoplenya pun sudah akrab dengan kelompok penyelam unyil ini karena tiap kali bertemu mesti disuguhi obrolan akrab yang bisa memadatkan suasana.

Tepatnya tanggal 10 juli hari Jumat, pukul 09.00 malam para rombongan LPT dilepas dengan doa dan Woiyoo khas unyil,, tampak Pak Djuwantoko, para Unyilers non-rombongan dan Mba Ika Risty yang tak bisa ikut dengan alasan khusus (hamil tua), mentitipkan pesan dan restu mengantar sampai dalam Bis depan gelanggang,,dan bagaimanapun terimakasih semua.

Sekitar 5 jam hingar bingar jalanan jalan jogja-semarang-welahan-jepara sampai akhirnya tak terdengar, rombongan tiba di pelabuhan Kartini Jepara dan segera lanjut unloading menuju dermaga. Jam 2 pagi tak beda seperti tahun sebelumnya yaitu,, angin timur yang asin dari arah laut tak jadi penghalang menunggu KMP Muria,,,…

Menunggu,menunggu,,dan menunggu,, sangat tak membuat bosan. 4 jam waktu sampai dibukanya pintu Muria tak terasa lama di banding perjalanan tadi,, untuk itu rombongan penyelam ini membuat forum minat khusus pengisi waktu kosong disini,, yaitu keahlian bermain poker,,7 sekop bagi minat Gembler,, forum minat nyanyi semampunya bagi yang minat Musik dan Gitar,,, dan serta minat tidur beralaskan tikar beratapkan langit tanpa membentuk forum adalah hal yang paling diminati.

Sampai lewat pukul 6 dan pintu samping Muria dibuka, para rombongan mulai menata letak segala bawaan,, ya intinya 50% packingannya harus aman dan rapi serta selebihnya 50% adalah harus aman dan rapi Sekali, mengingat packingannya adalah barang SCUBA yang menguasai hajat hidup penyelam saat di laut nanti. Setelah semuanya sarapan dan berbenah diri,,pukul 09.00 WIB kapal muria mulai lepas sandar menuju karimunjawa,,sedikit aktifitas dari rombongan saat perjalanan laut ini,,hanya tidur dan tidur jadi pemandangan jemu di kabin bawah, tengah, dan puncak. Muria yang melaju dengan lambat menghantar tanpa hambatan gelombang besar,, tenang dan menghanyutkan tanpa membuat pusing dan mual para penumpang,,beruntunglah kalian para rombongan. Dan sampai waktunya sekitar lewat Pukul 15.00 WIB tiba dengan selamat di dermaga selatan karimunjawa,, hiruk pikuk warga ramai menyambut muria,,dan diantaranya tampak 2 advance unyil “Rijal 17 & Adit 19“ yang telah 1 minggu lebih dulu di karimun. Mobil bak terbuka pun segera mengangkut barang bawaan sampai tiba di kantor Syahbandar,,dan tak lupa rombongan orangnya. Ya,, hari kedatangan biasanya masih masa adaptasi bagi calon anggota baru yang pertama kali datang ke karimunjawa,,banyak dan lama tanya kepada senior jadi hal biasa waktu ini. Sore luang dimanfaatkan oleh sebagian rombongan tuk Berpose membelakangi mentari meredup “Sunset di Laut“, dengan arahan dan jepretan Tukang foto Profesional “Mas Hanif“ (Adenya Mba Ika Risty), “Thanks“. Dan, Malam Sabtu di Syahbandar kali ini ditutup dengan waktu tidur, setelah sebelumnya dilakukan evaluasi, brifing dan packing untuk keperluan kegiatan esok hari.

Minggu,,jadi hari pertama untuk rangkaian LPT 19 ini. Sesuai dengan brifing semalam,,maka tepat pukul 05.00 pagi bangun dengan perintah, serta siap dengan pakaian guna streching pukul 06.00 di lapangan bolanya karimunjawa. Setelah ototnya lemas,, diisi tenaga baru dengan makanan pokok khas laut Indonesia yaitu nasi + Ikan + sambal di warung bu Sintong “Sodaranya bu ester“ tetap di warung ber’plangnya bu Ester. Dirasa pas dengan bekal di perut kemudian lanjut pengenalan laut serta pemanasan (renang,upnea, watertrapen dan foating) di keramba sebelah barat kantor syahbandar. Semua peserta dibekali skill LKK terjun ke arena laut,“Tak ada yang mestinya mengalah dan mengaduh saat harus berjibaku dengan asinnya laut dan goyangan ombak,, inilah medium nya yang harus dilalui saat mau menjadi penyelam Unit Selam nya UGM,,, nggih ndoro?“. Tak terasa 1 jam pun berlalu, kemudian ambil alat dasar ke pinggir dermaga barat syahbandar, dan harus senang kembali lagi menuju keramba (wajib). Sikap tak bosan untuk peragakan petunjuk DL buat suasana berjalan lancar,,materi skin dive (Duck, Tuck, Vertical dive) menguji skill dan ketenangan peserta di laut terbuka ini, dan akhirnya pukul 14.15 WIB materi kali itu semua selesai dan kembali ke kantor ’inap’. Materi selesai tapi acara tak selesai sampai di situ,,cuci alat-makan-evaluasi-briefing-checking dan packing jadi urutan acara yang perlu waktu untuk selesai hingga pukul 23.00 WIB bagi para pesertanya,, dan bagi para DL masih dilembur dengan omongan teknis buat LPT hari ke-2 besoknya dan semuanya harus bisa.

Hari Senin merupakan hari aktif kerja bagi semua orang,,tak terkecuali penyelam. LPT ini dibuat seekonomis mungkin dari segi waktu dan biaya dan tetap dengan kualita LPT nya Unit Selam UGM. Pagi tetap saja harus dibangunkan supaya semua tepat sesuai acara,,cuci muka dikamar mandi yang harus antri membiasakan pola kebersamaan dan berbaginya suatu kegiatan organisasi (salah satunya). Tetap dengan streching dan lanjut sarapan hari ini rombongan LPT akan menuju ke menjangan kecil. First Scuba Dive tepatnya di sisi timur menjangan,, dengan dasar laut pasir tiap peserta dikondisikan melakukan materi dasar penyelaman yang dipimpin oleh Dive Leader dibawah pengawasan Dive Master (Mas Jacky dan Mas Gepeng). Kondisi sisi timur berarus jadi suguhan beda dari hari kemarin,,serta laut yang ber-ubur-ubur menyengat tak menyurutkan hasrat tiap peserta ikut praktek lapangannya unit Selam UGM. Tak terasa siang hari datang,,dipayungi lembaran sengatan mentari pas di tengah langit yang memerahkan dan menghitamkan paras, rombongan pindah ke barat menjangan yang relatif lebih tenang kondisi perairannya,,di sisi barat ini lebih ditekankan materi skill hovering (neutral bouyancy) kepada tiap peserta berhubung kondisi bawahnya berupa substrat terumbu karang rapuh pada kedalaman 8 – 15 meter. Tetap diawasi oleh “Romo Jacky dan Romo Gepeng“, para peserta “ndoro ini” berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya,,tapi dari penyelaman ini tetap selalu ada evaluasi tiap malamnya guna perbaikan kualita penyelaman untuk hari berikutnya, smoga.

Dari evaluasi semalam,,hari ke-3 terasa beda dengan adanya sanksi push-up tabung,, senang riang melihat temannya jadi pesakitan karena melanggar aturan mungkin jadi pemandangan seusai streching, “Berharap ada perbaikan dari adanya kesalahan“, tutur Vio sebagai Sie Komdis “limpahan“ LPT 19 ini. Pagi ke 3 ini,,rombongan pindah menuju lokasi Barakuda,,terdapat Homestay Kayu pas pinggir laut sebagai pengganti Pulau Tengah yang biasanya jadi tradisi Pulau di Hari Terakhir LPT. Sekitar 30 menit perjalanan darat,,2 mobil bak terbuka seadanya mengangkut 20-an orang menuju sisi timur Pulau Kemujan. Segera setelah tiba di Barakuda,, rombongan menuju dan melakukan penyelaman di Pulau Cilik,,yaitu sebuah pulau seluas 2 ha tepat sisi selatan Pulau Tengah. Beda tempat tak menyebabkan beda suasana,,tiba di Pulau Cilik dengan goyangan gelombang dari Timur tampaknya memualkan beberapa orang, tercatat 5 orang harus rela jadi gunjingan tradisi “Jackpot“ yaitu Rijal 17 “sang Ketua“, Arga 18 “Sie P3K“, Huda 19“Lelaki pesolek“, Sentit 19“si Kecilst“, dan Agung 19 “si betis Barbie“. Untunglah acara penyelaman tetap terlaksana lancar dengan segala kendalanya di lokasi ini. Sore ini tak bisa melihat Sunset karena rombongan berada di sisi timur,,tapi tetap suasana pantai dan Hammock sebagai tema tempat tiap tahun LPT mutlak ada. Malam beranjak larut diterangi petromaks menghantar evaluasi dan brifing malam itu,,lebih gelap tak lebih mantap bagi evaluasi, berhubung kantuk sebanding dengan hilangnya terang. Kontrol acara berlaku di sini,, yaitu tiap orang wajib ikut dan menyimak tiap sesinya sampai nanti beranjak istirahat tidur. Ya, dari malam ini banyak perbincangan apa teknis hari Fun Dive bagi rombongan di Pulau Tengah,,ya tiap-tiap orang yang esok hari ada akan mendapat kesistimewaan melakukan penyelaman dengan jatah waktu yang lebih lama dengan tujuannya yaitu F-U-N.

Tak terasa pagi rabu datand dan terbentuklah 13 individu anggota baru Diklat XIX Unit Selam Universitas Gadjah Mada,,dan mereka adalah :

Fundive bagi seluruh anggota unyil dalam rombongan LPT semoga merilekskan setiap hembus nafas dan pandang tiap mata di bawah Lautnya Pulau Tengah,, dan berkesankah bagi tiap divernya?? Dan tiap orang mesti punya pikir beda dar pengalamnya yang sama dan semoga baik.

Sore Rabu berlanjut kembali ke kantor Syahbandar dan bersiap Packing guna kepulangan kamis pagi, tetap dengan komposisi jumlah awal rombongan LPT 19, tapi dengan Stasus Anggota Unit Selam dan pengalaman baru di Karimunjawa semua tiba di Jogja dengan Selamat di Jogja Kamis tengah malam.

Latihan Perairan Terbuka XIX Unit Selam UGM telah berlangsung, dan telah menuliskan daftar panjang Anggota Unyil UGM.

Terimakasih kepada :

Lautnya Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Unit Selam UGM, Syahbandar dan para punggawanya, BTN Karimunjawa, Instansi terkait lainnya, Mas Jacky, Mas Gepeng sebagai Dive Master, Dive Leader, Mas Hanif “Tukang Foto Pro“, Pak Agus “Barakuda“, dan pihak yang tak tersebutkan dalam reportase ini.


Responses

  1. LPT XIX, smoga apa yang didapat kemarin tersimpan dalam otak dan bisa jadi kenangan😉

    makasi temaaannnssss

  2. selamat buat anggta baru diklat XIX………
    jdikan unit sbgi rumah klian yg kedua stlh rumah ortu…..heheheee……

    @pepen : mksh byk udh di buatin ceritax ya…. SIE DOKUMENTASI LPT XIX

  3. menjadi kenangan? wes puas dan mau ciao ya?

  4. Selamat!! 13 angka keramat memang….

  5. seperti biasa,,,,
    penulisan yang indah…
    suwun pen,,,,

    smangad buat 19,.,,,,
    3 org yang terdispensasi segera di seret lagi iaah….jangan jadikan pleno yang sampai jam 3 pagi menjadi percuma,,,hukshuks…

  6. yang foto lagi streching mesti pepen yang moto…pantesan si …..ditaruh paling depan..
    peace


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories