Posted by: selamugm | Sunday, 17 August 2008

Indonesia Bisa ! dan Merdeka !(Soekarno+SBY)

hehehehehe……

trans Tv menyajikan sebuah tayangan di Bulan Mei dalam pencetusan “Indonesia Bisa !”, bahkan langsung disampaikan oleh Presiden RI Bambang SBY, tapi masih lebih dulu pendahulunya Presiden Pertama RI bergelar Presiden Soekarno, dengan keputusan nya memberi salam resmi nasional yaitu “Medeka!”

Merdeka di Tahun 1945 hingga 1949, dan Indonesia Bisa di Tahun 2008,

antara Merdeka nya pekik SOekarno hingga Indonesia Bisa teriak Bambang SBY,

menarik untuk dicermati ada apa dengan yel-yel dan jiwa nasionalisme, mengapa rakjat menjadi masyarakat, buruh menjadi pekerja, tani menjadi pertanian, revolusi indonesia menjadi pembangunan nasional, perubahan istilah yang terjadi dlam perkembangan kehidupan politik di Indoensia.

Sebenarnya sangat susah mendefinisikan “kebudayaan indonesia”, kalo kita mengacu pada ajaran Ki Hadjar Dewantara  akan terjebak dengan ‘kebudayaan jawa priyayi’, sedangkan masyarakat jawa itu sendiri tidak semuanya priyayi . Kalo kita mengacu ke  kebudayaan  daerah tentunya itu bukan mewakili kebudayan masyarakat se indonesia, sangat cerdas  para  pemuka aktivis di tahun 1828, sudah mampu membentuk sebuah bahasa persatuan, yaitu BAHASA INDONESIA,  siapakah orang indonesia itu >? ya mereka yang berbicara dan berkomuniaksi dengan bahasa indoenesia, kebetulan hampir mirip dengan bahasa melayu, tetapi bukan budaya melayu yang diasimilasi, hanya bahasanya saja. dan wilayah mana saja yang masuk ke nalam NUSA INDONESIA, pulau-pulau yang masuk wilayah RI, nusa sumatra, nusa jawa, nusa kalimantan, nusa sulawesi, nusa bali, nusa-nusa di tenggara dan nusa-nusa di timur nya Pulau Bali, adalah Negara Indonesia. dan siapakah yang disebut BANGSA INDONESIA?

adalah bangsa yang mempunyai persamaan nasib, persamaan rasa dijajah, persamaan menjadi negara bagian Belanda, menjadi bagian dari Republik Nederlanddan Kerajaan Belanda. Sdangkan di nusantara ada ratusan kerajaan dengan pemerintahannya masing-masing, Sisitem hukum yang sudah ada, budaya lokal yang sudah teruji beratus-ratus generasi tahun yang lalu. Kemudian ada pembentukan sistem hukum yang menyatukan nya yaitu Sistem Hukum Nasional. Peraturan hukum yang bisa memayungi dan mengayomi semua sistem hukum adat yang  ada di indonesia. Susah sekali untuk bisa mewakili semuanya, akhirnya yang dirasakan adil dan beradab adalah rasa keadilan menurut budaya masing-masing, adilnya Jawa akan berbeda dengan adilnya Sulawesi, adilnya Mataram belum tentu sama dengan adilnya Galuh di Jawa Barat, adilnya Bugis belum tentu sama dengan keadilan di Toraja. Begitulah susahnya mengartikan ANEKANTA  ke-anaka-an, keragaman, pelanginya warna, kesadaran untuk tidak sama, kesadaran akan keberagaman, bahwa indonesia itu bermacam-macam budaya adatnya. sehingga sangat dibutuhkan kesadaran untuk ber AHIMSA, berbuat sumeleh, legowo, menerima apa adanya, sifat ‘narimo ing pandum’ nya rejeki Gusti Awloh. Tidak berbuat kekerasan dengan andhap asor, selalu santun dalam perbedaan, bijak dalam memahami perbedaan, dengan santun dan lemah lembut.

dan tentunya orang yang hidup merdeka, adalah yang mampu berdiri di kaki sendiri, SURVIVAL dalam menghadapi alam hidup, lingkungan lokasi survival yang terus berubah dan berbeda, harus dilakukan dengan se AHIMSA mungkin dan memanfaatkan semua KE-ANEKA-AN dan ragam hayati Indonesia, demi kemajuan Rakjat, demi kemajuan Bangsa dan akhirnya demi……..

………mengisi kemerdekaan Indonesia !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories