Posted by: selamugm | Saturday, 16 August 2008

mendengar berita di TV

lha kok masih saja ada tabrakan kereta api? kereta api Limex jurusan Palembang Lampung tabrakan loko dengan loko, antara kereta penumpang dengan kereta batubara, korban meninggal 9 orang entah ada berapa lagi yang cacat akibat dari tabrakan kereta tersebut. belum lama ada juga kereta api yang menarik gerbong bermuatan kertas terbalik dan terbakar, Mengapa “kasus BINTARO” masih sering terjadi, ingatkah kita dengan tabrakan kereta api di Bintaro? mengerikan sekali…………….

kemudian ada laki-laki pingky, dengan  pola hidupnya yang manis bak perempuan, namun ketika  sakit hati akan menjadi sangat sadis dan dingin, mencincang tubuh manusia dan mencabut nyawa belasan jiwa,

berita tentang Ryan masih hangat, saat Ryan ditangkap dan terbongkar penyimpanan ‘harta karun’nya, halaman belakang rumah di Jombang, menggemparkan kesadaran masyarakat tentang hidup bertetengga, dan bagi keluarga korban kenapa tidak melaporkan hilangnya anggota keluarga, kenapa kemudian menangis tersedu ketika jenazah bisa diidentifikasi.

tentang pemberitaan di televisi, buat apa juga mem’publish’ besar-besaran proses hukuma mati Rio MartIl , apa hebatnya Rio membunuh dengan palu, siapa yang dibunuh, kenapa hukuman mati itu begitu cepat, tidak selambat Amrozi cs, yang siap mati dan pasti akan menjemput kematian dengan tersenyum. lha kok malah nggak segera dieksekusi? Ada apa gerangan dengan jurnalistik di Indonesia….

kemana Artalita sekarang ? seorang perempuan cantik, gaul dan funky, calon Jaksa Agung terbaik saat ini (….ya emang belum pernah ada jaksa agung perempuan…), aku lebih tertarik jika seorang Artalita bisa menjabat sebagai Jaksa Agung atau Menteri Kehakiman, bukankah beliau mampu mengatur semua pejabat di Gedung Bundar Kejagung RI, bisa mempengaruhi putusan pengadilan, dijadikan panutan pejabat keadilan negeri ini…, rupanya duit bin uang bisa menjadi Tuhan di negeri ini.

kadang aku muak dengan pemberitaan di media masa, kadang ngawur dan nggak penting banget diinformasikan, sedang wartawan kulitasnya semakin buruk, nggak ada yang benar-benar ngGetih sebagai jurnalis, tidak mampu mengorek informasi penting dan laik tayang.

wartawan dan jurnalistik di Indonesia maik jelek dan njijik’i…………….

mending nulis sendiri aja, curhat ma komputer, sambil dengar musik, ada yang baca juga boleh, andai nggak ada yang baca pun, ini cukup buat menghibur diri yang baru nganggur,

jobless dan loveless……………..tapi jangan engkau kira aku tak berbuat apa-apa, aku berkarya dengan yang kupunya, dan aku berusaha hidup bahagia, enggak menipu dan enggak bikin susah kalian……………………

ini hari sabtu, komplek kantor ini sepi sekali, hanya mondar mandir orang ke masjid numpang sholat, dan anak-anak kecil kampung sekitar main bola di depan kantornya Sultan, ruang publik yang semakin langka di Jogja, ruang publik untuk mengekspresikan karya, ketika 17 agutusan seperti ini, begitu terasa ketersediaan ruang publik di kota. Kota budaya kota pendidikan dan kota wisata katanya……………..

tapi apakah betul kota ini berbudaya, budaya apa? budaya jawa ato budaya malas?


Responses

  1. blog kamu bagus sekaliiiiii

    artikelx juga sangat menarik

  2. ah mas madzz….mas mad yang ssheg…ssheg…
    maksudnya mad zz, mas mad zero zero ini bisa aja…
    biasa aja kali mas,
    secara bujangan nggak ada tempat curhat, jadi kalo curhat ama komputer, ngobrolnya ma komputer, keliatannya cuma diem sepanjang ahri, nggak taunya cerewet banget kalau dah menulis, ya nyuwun sewu mas………..karang nggih namung ngampet ngelih harian,
    tapi saya tetap akan menegakkan merah putih setinggi-tingginya, merah putih bukan sekedar pembalut kepala atau sebagai pin di dada,
    BERKIBAR MERAH PUTIH KU
    MERDEKA !

  3. merah putih…………….ya merah itu begitu kalo putih ya begini, ada perbedaan dalam mengartikan warna, nggak usah banyak-banyak, cukup merah putih dan hitam, warna paling netral sedunia, hampir semua suku di dunia melambangkan kematian dengan hitam, tetapi ada sebagian juga yang memberi makna putih adalah suci, sehingga dalam menghaapi setiap kematian kita harus mulai bersih, suci, seperti warna bendera indonesia di belahan bagian bawahm sedang di atasnya adalah merah yang ada di atas putioh, merah yang batasnya tegas sekali di batas warna merah dan putih. Entah aku belum diskusi dengan Kang WAWAN dan Mbak ULLY, memaknai warna merah dan putihnya, secara mBak Ully Sigar Rusadi itu yang membentuk sebuah yayasan bernama Yayasan Merah Putih……..yang pernah terlibat dalam POSKO SIAGA MERAPI SAR Jogja.
    kemanusiaan adalah kemerdekaan,
    mencintai aktivitas kemanusiaan adalah tindakan yang mulia, maka memerdekakan manusia adalah kemuliaan, perbuatan mulia, dapat pahala, dan akhirnya masuk sorga.
    kadang semua orang punya obsesi tentang pahal dan sorga, aku tuh belum percaya betul je dengan itu semua,
    lha kalo cuma mencari orang hilang di sungai, mencari orang hilang di laut, di sumur, pencarian berhari-hari orang hilang di gunungm dah sering kulakukan, apalagi di Kantor ini,
    toh nyawa, toh alat, toh duit, toh mobil, toh bensin. toh komunikasi, toh ngebrik, toh nyopir, toh setting perahu karet di malam hari, toh genset sak lampu 100 watt nya.
    semua adalah TOH NYOWO dalam menghadapi hidup ini, bukan hanya saat melaksanakan misi operasi SAR. Toh yang bisa diartikan sebagai BERTARUH nyowo, toh sebutan untuk koin yang disetor dalam permainan judi. ikut berapa, anda ‘share’ berapa untuk ramainya permainan ini, ya pengertian TOH NYOWO….
    mempertaruhkan “sejumlah sesuatu” dalam melaksanakan tugas sebagai manusia, yang pada dasarnya suka tolong menolong.
    sebab saat kita kecil kan ikut PRAMUKA yang suka tolong menolong dan tabah, disiplin berani dan setia, jujur dan suka bermusayawarah, hemat cermat dan bersahaja, nah yang paling ngeri lagi adalah:
    ……..suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan…..

  4. merah pada jaman orde baru dikatakan PKI atau segala sesuatu yang dekat dengan “MERAH”, asal dibilang merah artinya ya kiri, isme ideologinya seputar pejuangan buruh dan kaum proletar di Eropa Timur.
    merahnya anak SAR ya arti merah dalam materi TRIAGE pelabelan dalam memilih korban,
    ada warna hijau, merah, kuning dan hitam.
    masing-masing punya arti sendiri menyangkut hak dan keajiban orang.
    kalo yang berlabel hijau artinya itu luka ringan, ngga ada gangguan fisik atau jiwa, bis asegera disembuhkan dan bisa membantu dalam penanganan darurat tetangga atau korban lainnya yang lebih parah.
    Kalo hitam itu diartikan “mati” atau “meninggal” sudah tidak perlu dilakukan perlakuan medis darursat lagi, sedang tidak setiap petugas kemanusiaan paham dengan kondisi fisik korban, mereka belum mempelajari cek fisik, LDR, head tilt chin lift, prinsip dalam menentukan kematian sesorang dengan cek fisik.
    lihat dadanya, ada gembung kempis nggak, dengarkan suara jantung di dada, desis napas dri hidung, ada nggak suara napasnya.
    rasakan, lebih dekat lagi ke korban untuk mengecek syaraf dan otot motoriknya, sensorik dan gerak sakit nggak kalo korban dicubit, teriak nggak, itu untuk mengecek motor sensorik.
    kalo mo nge cek otot motorik coba anda perintahkan kepada korban.
    “coba gerakkan tangan anda, trus kaki anda, ada yang sakit nggak”
    pertanyaan ini sudah melakukan tindakan D dalam LDR, mendengar perintah, korban bisa nggak melakukan “simple action” dari yang kita perintahkan, kalo nggak bisa berarti ada sesuatu yang salah dalam tubuh, bisa tulang (fraktur) bisa juga nyeri otot (terkilir).
    kalau seseorang ditemukan dalam kondisi, tidak ada napas, tidak ada nadi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan, langsung aja kasih LABEL MERAH.
    itu artinya harus segera ditolong. Jenis korban paling parah, tidak ada tanda-tanda kehidupan juga bisa dilihat dari pupil mata, sensor diafragma mata dalam menangkap sinar senter, menggoyangkan baterei dari tempat yang gelap ke yang terang, bagaimana gerkan pupil matanya.
    kalo udah mentheleng nggak berkedip, yo wis itu dah “positip” kata dokter.
    itu mati dan nggak perlu ditolong lagi, mending tenaganya bisa untuk menolong korban label merah lainnya.

  5. kowe iki antara petuah karo nyonthong ora ono bedane….hebatttt…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories