Posted by: selamugm | Thursday, 7 August 2008

unit khusus atau cabang olah raga?

baru aja Ardi dan anak baru lupa namanya, datang ke SARDA buat ngantar undangan ulang tahun selam,

sempat terlibat diskusi kecil tentang perkembangan kegiatan selam, kegiatan paling dekat adalah Pameran Foto katanya. Dan masih ada satu masalah yaitu tempat pameran. Ada beberapa alternatif tempat pameran, tapi lokasinya jauh dari pusat kota.  Harus bayar mahal, ijin harus diajukan setahun sebelumnya, ada tempat yang strategis tetapi tempatnya sempit. Dan alasan lain yang masih dinilai kurang sesuai atau ideal sebagai tempat pameran. Begitulah pola pikir mahasiswa, kadang masih terus menimbang dan menilai sebelum menetapkan sebuah keputusan yang terbaik. tetapi yang kadang kebijakan seperti ini membuat sebuah kegiatan tertunda pelaksanaannya. Kalau maunya tempat untuk pameran foto, sebuah gedung yang luas, tempatnya strategis dan banyak dikunjungi orang, ber AC dan dengan sound speaker yang cukup, setting lampu yang ideal sesuai dengan tema foto dan tidak menyewa alias gratis. Lha matamu !

aku bisa bantu menyediakan tempat untuk pameran foto, ruangannya cukup, tempatnya bersih, sunyi, ada penjaganya, tidak jauh dari balai kota, diusahakan gratis, dan foto yang terpajang akan laku keras, banyak dipesan oleh pengunjung, mendapat sponsor yang gede, mudah dijangkau dengan tempat parkir yang luas.

tempat apa itu ? yaitu TAMAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMA NEGARA

di situ belum pernah ada pameran foto, apalagi foto bawah air, spektakuler kan ?

trus katanya ada pertemuan dengan pihak rektorat, bahwa semua unit kegiatan, khususnya unit olah raga dituntut untuk berprestasi dan dimanajemen seprofesional mungkin, akan ada dana yang cukup bagi unit yang berpreatasi di cabang nya.

bagaimana dengan unit selam?

sebagai cabang olah raga, selam sampai saat ini masih belum menjadi cabang unggulan. Baik dalam penyelenggaraan maupun penontonnya, cabang olah raga ini sudah dipertandingkan di PON, tetapi tidak setiap daerah mempunyai venus untuk pertandingannya.

dalam olah raga selam ada dua jenis nomor pertandingan, nomor kolam dan nomor laut.

Dalam nomor kolam, yang dipertandingkan adalah lomba kecepatan mengayuh mono fin, surface dan up nea. Sedangkan dalam nomor-nomor laut, yang dilombakan adalah renang fin swimming 2000 meter dan 3000 meter, juga Orientasi Bawah Air (OBA) nomor M Course dan 5 POINTS.

susah sekali mengembangkan olah-raga ini di sebuah daerah yang tidak mempunyai kolam renang standart kompetisi, atau tidak punya kawasan laut yang bisa untuk menyelam.

dalam olah raga ini akan sedikit berebut tempat dengan cabang olah raga renang, renang indah, loncat indah dan polo air
. sedangkan atlet yang terlibat dalam nomor laut, akan dimayoritasi oleh PASKA (pasukan katak), marinir dan sebagian nelayan tradisionil.

Unit selam UGM juga banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ilmiah, yaiu penelitian dan pembuatan laporan hasil penelitian, termasuk di dalamnya adalah “metode penelitian”. Sehingga di kemudian hari terjadi kerancuan dalam menentukan bidang prestasi sebagai cabOR dan program pelatihan yang lebih banyak menghasilkan konsep atau hasil sebuah penelitian.

unit khusus yang ada di UGM adalah, MAPAGAMA, UKESMA, PRAMUKA, KOPMA dan MENWA, juga unit-unit kerohanian empat agama (islam, hindu, katolik dan budha), selebihnya unit kegiatan yang tergabung dalam SEKBER KESENIAN dan SEKBER OLAH RAGA. Kemudian bagaemana dengan unit kegiatan yang merupakan cabang olah raga namun kegiatannya lebih banyak ke penelitian?

bagaimana jika unit selam UGM menjadi unit khusus???

dalam era sekarang ini mungkin saja, mengingat kegiatan mahasiswa yang lebih banyak melakukan aktivitas kegiatan di luar ruang, masih harus menjadi perhatian khusus, apalagi mereka yang melakukan kegiatan penelitian lapangan, yang tentunya juga menghasilkan laporan penelitian berupa penyajian data sesuai dengan kapasitas dan metode penelitiannya.

Pemikiran untuk menjadikan unit selam sebagai unit khusus sangat masuk akal, mengingat aktivitas ini lebih banyak dilakukan di bawah air, di kawasan laut, di luar kampus. Dalam kaitannya sebagai cabang olah raga (selanjutnya disebut ‘CABOR’), olah raga selam memang ditunutut untuk melakukan latihan yang terencana dan membutuhkan tempat latihan yang sesuai, termasuk peralatan yang harus dipakai. Sebut saja kebutuhan akan “monofin”, unit selam UGM hanya empunyai satu monofin sejak berdiri hingga sekarang, monofin itu pun sampai sekarang sudah rusak berat dan tidak mungkin dipakai lagi. Kemudian dalam nomor laut, tentunya untuk unit selam UGM mengalami kesulitan dalam mencari venus tempat latihan, mengingat di Jogja tidak tersedia laut yang bisa untuk monofin maupun OBA, mungkin diadakan latihan di waduk atau memanfaatkan muara sungai.

Dalam kaitannya dengan unit OR lain, kegiatan selam sebagai cabor akan over lapp dengan unit renang, terkesan dua cabor ini sama karena dilaksanakn di Kolam Renang, sedangkan UGM sendiri belum mempunyai kolam renang yang ideal, sampai saat ini masih numpang ke Kolam renang UNY di Kuningan. Unit renang sendiri tidak jelas eksistensinya, baik atlit maupun prestasi yang dicapai.

Unit selam bisa dijadikan unit khusus dengan syarat tertentu, misalnya harus pernah mengadakan penelitian selama sekian periode, misal satu kepengurusan harus bisa melaksanakan sebuah penelitian, sejak persiapan hingga presentasi hasil penelitian dan pameran. Pelaksanaan penelitian pun harus dilaksankan di tempat yang berbeda, misalnya penelitian harus dilakukan di beda propinsi, sedang materi penelitian bisa sama bisa tidak, menyesuaikan dengan kebutuhan dan situasi daerah setempat.

semoga aja ini bermanfaat…………………..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories