Posted by: selamugm | Saturday, 2 August 2008

angkatan 13 UNYIL

kalo membaca angka 13 terkesan itu adalah angka sial,

tapi tidak dengan keberadaan angkatan ini, kelihatannya paling solid, sejak saat LKK hingga LPT utuh 13 personil, tetapi angkatan ini lebih sibuk dengan aktivitas non penyelaman, jadi lebih banyak program bantu dari pada program pokok nya. Mungkin lebih dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan seorang Ongen Lamting yang luar biasa gantengnya, kalo gak percaya ? coba deh suruh dia telanjang dada, tapi kepalanya dihilangin…wanita mana yang tidak tertarik dan melirik ‘six pack’ nya!

ada beberapa cerita…

tapi akan lebih baik jika tokoh-tokoh nya menceriatakan secara langsung,

atau setiap angkatan bercerita ada berapa jumlah angkatannya, dan bercerita sejak PAP, LKK dan LPT.

tapi bagaimana menghubungi masing-masing angkatan itu?

tiga belas..ya tiga belas tuh syapa ajah ya?

ketokmen ada yang “unik dan menarik” (bc:design kaos), bahwa jumlah angakatan 13 adalah 13 personil, kenapa ini kok bisa terjadi………

  1. jumlah pendaftar berapa, trus perhatikan absen  pengunjung pameran  saat GAMEX,  pengunjung yang mempunyai ketertarikan dan antusiasme dengan dunia bawah air. berapa yang nulis kan nama dan nomer mahasiswa
  2. berapa  jumlah pendaftar real, yang mengambil formulir pendaftaran, berapa formulir yang kembali , dari  sejumlah berapa jadi tinggal berapa di rapat evaluasi terakhir penjaringan anggota.
  3. berapa yang ikut materi kelas, berapa yang semuanya ikut materi kelas dan materi kolam,
  4. skor akhir PAP dan LKK dijumlah dengan keaktivan ikut DIKLAT, hasilnya adalah berhak ikut LPT tahun tersebut. hingga akhir LPT dilantik menjadi anggota unit selam UGM dan mendapatkan nama laut dan nomor anggota, sesuai dengan hak dan kewajiban yang melekat.

ini bisa dijadikan seberapa jauh efektifitas dari sebuah organisasi yang mengembangkan olah raga selam dan mensosialisasikan perlengkapan selam kepada masyarakat, masyarakat ilmiah lingkungan dalam kampus, yang mengemban misi penelitian,

beberapa hasil penelitian yang berbentuk karya ilmiah, selayaknya menjadi landasan dalam pembangunan daerah, perencanaan pembangunan di bidang kebaharian. Lingkungan bawah laut yang masih belum banyak dikenal potensinya, baik potensi sumber energinya maupun potensi terjadinya bencana alam. Semua potensi harus bisa diketahui sebagai modal pembangunan daerah, menyesuaikan dengan kondisi geografis dan sumber alam yang tersedia.

ya begitulah unit selam ini , sejak agustus 1987 hingga agustus 2008 berlangsung……………

31 tahun……masya Alloh, masa studiku 31 tahun. Adakah seorang mahasiswa melakukan ‘long live education’, dalam satu level belum meningkat menajdi level yang sudag menjadi indikator pendidikan nasional. Indikator apa entah apa yang dipakai, sehingga kita belum bisa menemukan seorang profesor yang S3 nya banyak sekali…bisa dijadikan panutan, sebagai pengayom kehidupan ilmiah kampus, sebagai tokoh yang legendaris dan benar-benar pas dengan keilmuannya, Sehingga nampak tugas hidup manusia untuk apa, misi apa yang sebenarnya diemban sebagai makluk hidup, sebagai manusia yang hidup.

sekedar merefleksi diri, untuk apa kita bersosialisasi ?

sebagai homo sapiens

Jabrik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories