Posted by: selamugm | Wednesday, 23 July 2008

nggak ada judul nya

sudah Hari Rabo tanggal 23 Juli 2008,

berarti sudah hampir 3 hari aku di SARDA, dan sejak aku di SARDA ini aku belum pernah mandi, berarti sudah 3 hari juga aku belum mandi, secara Jogja baru dingin banget, hawanya adem udaranya kering, tapi aku juga tidak tertarik tuk minum qomer, aku justru tertarik untuk menulis di blog selam,

seperti dulu aku sering ikut-ikutan mencorat-coret UNYIL dengan ngawur, yang jelas sekali aku nulis pesan untuk seseorang, biasanya untuk semua, kadang iseng dengan gambar-gambar bunga, yang berbeda dengan menulis lewat media sepereti ini adalah goresan tinta dan ekspresi penulisan kurang tercurah dengan sempurna, tapi lumayan juga buat melepas hasrat tuk menulis, menulis apa aja tentang apa aja, tapi sebisa-bisanya jangan jorok, apalagi misuh, sebab ‘pisuhan’akan susah diekspresikan ke dalam bentuk tulisan, jiwa dan ‘sense’nya menjadi berbeda.

sejak jaman angkatan 8 UNYIL, yaitu angkatan selam yang saat diklatnya diwarnai dengan letusan senjata dan kepulan asap dari bom asap nya BRIMOB,

saat DIKLAT kelas harus mengungsi dari Kehutanan ke rumahnya Rizal di jl kaliurang, pun masih sempat mengendap-endap berlindung di balik pagar gapuranya mBak Wien istrinya Mas Gepeng.

ya diklat selam yang horor, kampus yang diobrak-abrik tentara, gelanggang yang menegangkan di saat senja, mahasiswa yang morat-marit berlarian ke sana-sini dikejar DALMAS, motor trail yang meraung-raung di sepanjang boulevard hingga ke Balairung Gedung Pusat…….

itulah awal mula adanya Unit Selam di gelanggang mhs UGM,

menempati sebuah ruangan yang dulu adalah POLIKLINIK MAHASISWA, sebuah tempat seperti puskesmas kecil tapi nggak pernah buka, nggak pernah ada dokternya, hanya penjaga poliklinik yang sendiri, anak gelanggang paling hanya numpang nimbang badan ma ngukur tinggi tubuh, itu pun hanya perbuatan iseng nggak ada tujuan nya blass…….

kemudian pindah ke ruang radio, sebuah ruangan gelap dan luas, bersebelahan dengan Ruang SENAT UGM, ada satu pintu penghubungnya, tapi ya nggak penah dibuka, kecuali saat masa-masa OSPEK.

Pintu triplek itulah satu-satunya jalan, anak gelanggang bisa mengambil (lebih tepatnya mencuri) botol-botol coca cola dan sprite satu literan yang dikumpulkan mahasiswa baru, untuk ditukar rokok dan ditukar dengan miras di cemara tujuh, super market terbesar di jl kaliurang, tepatnya di depan rumahnya Jeki.

Ruangan ini digunakan sebagai sekertariat oleh banyak unit, aselinya di situ adalah sekertariat unit radio  yang saat itu bernama SWARAGAMA FM, unit berkuda yang anggotanya hanya Lilin, Nana dan Ewing, kemudian unit bridge karena saat itu Ndari emprit baru getol bermain kartu dengan sekelompok mahasiswa UGM yang sebenarnya mereka penggemar judi sam gong, kemudian unit basket yang saat itu mempersiapkan kejuaraan basket antar PTN se Jawa Bali, juga unit seni rupa yang saat itu masih berujud komunitas yang menamakan diri KBS (kelompok bulak sumur) menjadi unit gelandangan karena sekertariat mereka yang di Bulaksumur diminta oleh pihak rektorat karena itu adalah rumah untuk dosen, tidak ketinggalan unit judi gaple yang setiap malam gemerincing dengan suara uang logam ratusan,

tentunya juga ada unit nonton TV, karena di situ ada TV kecil pinjaman dari Rijal yang anak gubernur, dari TV itu juga sebagian anak gelanggang menyaksikan suasana jakarta yang mencekam, karena siang tadi ada mahasiswa Trisakti yang tertembak. saat semua mata tertuju pada TV di luar gelanggang masih banyak intel dan polisi yang berjaga-jaga, dari Bunderan hingga di Selokan Mataram depan Polsek Depok Barat,

karena di ruangan ini ada komputernya, maka berdirilah UNIT ngeGAME, yang saat itu yang paling mahir main game adalah seorang mBah BALUNG, tokoh satu ini cerdas sekali, tidak hanya main game, tapi membuat GAME itu sendiri dengan membongkar program sistemnya. Ada Pak Lik juga yang tiap hari merokok Marlboro bolehnya ngutang di cafetaria, dengan lukisannya yang hitam putih, senjatanya pensil dan kertas padalarang putih.

saat nge GAME di ruangan ini, suasananya pasti meriah, apalagi masih ada DODO (alm) alias TURNIADI yang selalu didamprat dan digoblog-goblogkan mBah GATI, PLENGEH si penyair yang nggak pernah laku, teman lapar ku saat gelanggang sepi, apalagi hari minggu, gelanggang sepi, cafetraia tutup warungnya Pius juga tutup, nggak ada duit sama sekali, sempurna sudah aktivitas menahan lapar di hari itu.

sementara menempati sekertariat bersama di unit radio, akhirnya terdengar kabar bahwa poliklinik gelanggang tidak dipakai lagi, kalo sekarang malah sudah jadi GMC.  Kekosongan kekuasaan  ruang itulah yang kemudian  memberi semangat Gepeng segera pergi ke toko besi buat beli gembok, langsung aja ruangan itu digembok, trus kuncinya disembunyikan, saat ada pertanyaan siapa yang menggembok dan kuncinya dimana , jawaban selalu  “….embuh…..ra ngerti…” dengan strategi ini akhirnya unit selam  mendapat sekertariat dengan cara ‘menjajah’ ruangan yang tidak berpenghuni.

oh ya…..saat itu ada DIKLAT selam Universitas ATMAJAYA Jogja, bahan-bahan diklat, instruktur, pemateri dan peralatan semua dari Unit Selam UGM, walo sekarang peralatan unyil jauh lebih kuno dari pada milik USA, saat itu juga Jeki belanja alat dasar hingga 10 set ke Jakarta, pesanan dari Atmajaya juga sebagian untuk unit,

hehehehe…..jadi inget Yayan, yang saat itu masih mengenakan pakaian putih-putih, ikut kakaknya main ke sekretnya unit selam, trus dibajul Budi yang juga sama-sama item, dan akhirnya Budi malah mbojo NUNUN, kompak dengan IQBAL yang juga membojo mahasiswi KH bernama AYU KP (dikenal dengan nama Ayu Kopet) ada Lenggo juga yang saat itu paling sugih, karena punya mobil kijang yang dijadikan inventaris unit, lha kok akhirnya malah jadi istrinya Pak Ketua (Olie Baihaqi)……..padahal dulu Olie kan lirak lirik UUK….eh.. dapetnya Lenggo, Ika Dyah mBak sekertaris unit sejati (dua periode  dapet jabatan ini) masih juga aktif di unit tari SWAGAYUGAMA tak kirain dulu menjalin kasih dengan Dodi je…..ternyata itu hanya isue’ …………trus apa lagi ya……

oh iya……….

saat itu gelanggang masih asyik banget, tempat yang nikmat buat mengGELEK di pagi hari, saat bangun tidur, dengan kopi panas, ………amaaaaaan banget,

bahkan sering kulanjutkan  ngegelek di cafetaria,  hahahahahha…sering dimarah  ma  Farah,

kalo Uuk karena saking marahnya malah jadi nangis, sedang Katrin mah asik-asik aja pacaran dengan X-man anak PSM,

dah ah…..

cerita awal selam di gelanggang!

sekedar mengingat-ingat, untuk plotting cerita….

1. era ketuanya Ika

2. era Olie

3. era Iqbal

4. era Iwan

5. era Ongen

6. era  Farah  +  continued..Alan

7. era Riska

8. era Ari


Responses

  1. bruakakaka kalo JBX dah curhat gini sapa aja gak bakal ada yg tahan dah….

    bakal terungkap rahasia satu persatu…

    oi mas… foto2 nya mana… katanya mo pasang foto ahahahah malah bikin postingan sendiri blajar masang foto ajahahahaha… katrok tenan

    yg lain siap2 di curhatin JBX ahahaha… waspadalah.. waspadalah

  2. wakakak..cuma sampe era Ari…

    Era Wahid dan seterusnya “sementara” masih amaannn…. /lol


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories