Posted by: selamugm | Wednesday, 23 July 2008

Keputusan Presiden RI No.107 tahun 2000

tentang:

Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam

sebagai dasar hukum dalam  “PENGANGKATAN HARTA KARUN KAPAL KUNO”, mungkin lebih enak didengar begitu ya…

kemudian keluar Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 03 Tahun 2000,

tentang Rincian Susunan Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT,

sebagai ketua : Menteri DKP

wakil ketua 1 : MenDikNas

wakil ketua 2 : Kepala Staf TNI Angkatan Laut

sekertaris nya adalah Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut, Depatemen DKP, yang juga merangkap anggota dan sekaligus sebagai Pelaksana Harian, sedangkan sekertaris 2-nya dipegang Dirjen Kebudayaan DIKNAS.

di bawah ketua, wakil ketua dan sekertaris itu ada 11anggota yang berasal dari  berbagai instansi yaitu :

sekertaris jendral DKP, staf ahli Menteri Pertahanan Bidang Khusus DEPHAN, Dirjen Pembangunan Daerah DEPDAGRI dan OTONOMI DAERAH, Dirjen Politik DEPARLU, Dirjen Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan HAM, Dirjen Lembaga Keuangan DEPKEU, Dirjen Perhubungan Laut DEPHUBTEL, Dirjen Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka DEPERINDAG, Kepala Dinas Hukum TNI AL, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum DKP, Kepala Biro Peraturan dan Perundang-undangan  I  Sekertaris Kabinet.

kalo dilihat susunan  PANNAS  BMKT seperti tersebut di atas, rasanya sudah sempurna, tidak lowong smaa sekali di bidang penegakkan hukum, atau legalitas dari “UW excavation” tidak perlu diragukan lagi.

Lihat aja jajaran keanggotaan yang komplit..plit…tapi kenapa kemudian masih saja ada penghentian kegiatan eskavasi arkeologi,

bahkan ada sebagian yang memberitakan bahwa itu adalah kegiatan illegal, bahkan lebih kasar lagi dikatakan itu PENCURIAN benda harta karun Indonesia,

sebenarnya ada apa di balik semua ini?

dari pengalaman penulis selama bekerja sebagai penyelam di dalam “Fiveth Dynasties Expedition” yang dilaksanakan oleh PT COSMIC under water research and recovery, sebuah perusahaan asing yang berasal dari Perancis, bekerja sama dengan sebuah lembaga swasta berstatus PT dalam hal penemuan titik wreck, sebenarnya kalo mau tega bisa aja dibilang :” jual beli titik “, kadang termasuk juga jual beli titik ladang minyak kalo itu di bidang pertambangan.

menarik juga bidang BMKT ini diperhatikan, coba aja ada berapa kapal yang tenggelam di perairan nusantara ini, sejak jaman kerajaan nusantara dahulu, saat masih ada budaya perang antar kerajaan, kemudian ada berapa kapal yang tenggelam entah di mana yang membawa harta rampasan perang, bahkan sempat terbetik kabar bahwa satu kapal Belanda yang membawa harta rampasan perang dari Mataram ke Belanda, dari 3 kapal yang berangkat hanya dua kapal yang tiba di tujuan, kemudian satu kapal lagi, hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

dari kasus di atas bisa bisa dipelajari dengan membaca dan mencermati laporan perjalanan pelaut pada masa itu, atau melihat catatan ekspedisi maritim dari berbagai syahbandar yang tersebar di sepanjang pelabuhan kecil pada masa itu.

dengan membaca dan mencermati peta perjalanan sebuah expedisi, maka bisa dibaca kemungkinan atau “datum area” nya kapal itu,

kapal sebagai subyek pencarian, harus dipelajari bentuk fisik dari kapal itu sendiri, kemudian isi dari kapal tersebut, kemudian siapa saja awak kapal yang terlibat dalam expedisi tersebut.

maka akan mengefisienkan dalam pencarian ‘datum’, kemudian akan didaptkan ‘search area’ yang kemudian bisa dicarikan strategi yang paling tepat dalam metode pencariannya.

apakah akan menggunakan ‘track line’ atau ‘close grid’ atau ‘open grid’ atau ‘spiral’ atau metode lai yang sesuai dengan bentang alam dan kondisi bawah lautnya.

pencarian sebuah titik kapal (wreck) bisa dilakukan juga dengan  mempelajari laporan musim angin pada masa  tersebut,  atau saat itu  kerajaan mana yang paling makmur, sehingga  dapat diprediksi  isi kapal atau muatan dari sebuah kapal yang tenggelam , kemudian bisa juga ditelisik dari laporan perjalanan seorang ‘sea man’ yang biasanya mempunyai kebiasaan menuliskan cerita dan curhat dengan cara menulis, nah bahan tulisan tersebut bisa dijadikan bahan kajian dalam menelusur route perjalanan sebuah expedisi atau kapal kargo pada masa itu.

Kalo yang bergerak ekspedisi saat itu jenis kapal kargo, pasti membawa barang bawaan yang banyak, tetapi jika itu kapal penumpang maka barang bawaannya cenderung sedikit tetapi berkualitas, sebab pada saat itu yang mampu beli tiket sebuah perjalanan panjang biasanya dari kerabat kerajaan atau saudagar kaya, yang tentunya menggunakan perlengkapan dan perhiasan yang terbuat dari logam, dan yang paling berharga hingga saat ini, bahwasannya logam yang paling berharga adalah “GOLD” atau emas, yang hingga saat ini pula dijadikan ‘standart nilai’ dari mata uang dan tingkat invlasi ekonomi.

oleh karena itu para ‘treasure hunter’ terus melacak sejumlah kapa,l yang diperkirakan membawa puluhan kilo emas dan coin mata uang yang mungkin beratnya ratusan kilo, entah kalau dikonversikan dengan mata uang DOLLAR saat ini.

penumpang kapal yang akan bepergian jauh untuk beberapa waktu lamanya, tentunya akan membawa bekal yang cukup untuk menopang kebutuhannya selama perjalanan, termasuk juga mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah dan elok, biasanya terbuat dari emas dan batu berlian, atau batu permata yang saat ini harganya sudah tidak rasional lagi, kalau disebutkan nol nya terlalu banyak.

Perbekalan perlengkapan dan semua barang asesories bagi golongan elite pada saat itu, tentunya ada di kapal yang dipakai, termasuk juga para punggawa kerajaan pada saat itu.

kemudian barang berharga yang kemungkinan menjadi barang bawaan sebuah kapal adalah “barang rampasan perang” yang tentunya sangat berharga, mungkin jumlahnya berkarung-karung saat itu.

menarik, menggiurkan, menjanjikan banget……….

tapi justru pemerintah masih belum melihat itu sebagai prospek cerah di masa depan dalam rangka mencari solusi dalam pencarian sumber daya untuk mengganti sumber energi minyak,

kelihatannya nggak ada hubungannya,

tetapi kalau kita lebih teliti dan lebih cerdas mencermati sebuah potensi, maka akan didapatkan keuntungan yang besar kalo kita mau mencari untung, ya kemajuan teknologi kalu kita mampu melakukan under water escavation sendiri, paling nggak mampu melestarikan nilai-nilai luhur dari nenek moyang, yang mungkin masih ada ilmu dan teknologi yang pernah ada di nusantara, tapi hingga saat ini belum di’discovery’kan.

ah……

kenapa aku tiba-tiba bermimpi, bermimpi di awang-awang, meliarkan otak dan meliarakn pemikiran hingga kadang dianggap tidak masuk akal oleh sebagian orang.

pernah dengar tentang awal mulanya “teori gravitasi”?

ternyata adanya  teori ini berawal dari  dengan


Responses

  1. Hubungannya apa to?
    he..h.e.he


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories